Add New Feed
X
RSS URL    
Please insert a full address, for example: http://www.yourrsswebsite.com/rssfeed
Page source: http://agusthuru.blogspot.com/feeds/posts/default 
Want to be informed when this page is updated? Enter email here   Notify me       
X
Please note that content update alert service is much better then adding a page to favorites.

Once this page content is updated you'll receive an e-mail with a link to this page

Please enter email here
      
No thanks, continue to add to Favorites
BENTARA KEUSKUPAN DENPASAR
Add To Favorite

597863

Lahir di Sedayu – Yogyakarta  pada tanggal 5 Juni 1973 dari pasangan  Yohanes  Soekamto dan Veronika Sri Rahayu.Menyelesaikan pendidikan di SDN Godean 3  lulus tahun 1985  lalu melanjutkan ke SMPN Argomulyo lulus tahun 1988.
Merasa  ada ketertarikan untuk menjadi imam ia melanjutkan pendidikan ke SMA Seminari Mertoyudan  Magelang dan lulus tahun 1992. Ia bergabung dengan Serikat sabda Allah (SVD)  dank arena itu menjalani  tahun novisiat di Novisiat Roh Kudus Batu Malang dari tahun 1992-1994  dan skolastikat di Seminari Surya Wacana Malang. Ia lalu mengucapkan kaul pertama  pada tahun 1994.
Setelah selesai studi filsafat di STFT Widya Sasana Malang ia menjalani Tahun Orientasi pastoral (TOP) di Paroki St. Fidelis Dolok Sanggul, Sumatera Utara selama satu tahun  lalu kembali  ke STFT Widya Sasana  belajar teologi  hingga mengucapkan kaul kekal  di Seminari Tinggi SVD Malang  dilanjutkan dengan tahbisan diakon oleh Mgr. HJS Pandoyoputra,O’Carm.
Pada tanggal 15 Agustus 2001, ia menerima urapan imamat  dari Mgr. Y.Hadiwikarta,Pr  di Surabaya dan memilih motto; Jalanmu bukanlah jalanku. Romo Pungki pernah berkarya sebagai  Pastor di Paroki St. Paulus Mano Ruteng dan  mengajar di SMPK Arnoldus Labuanbajo. Ia  juga  masih sempat menyelesaikan studi S2  di Universitas Kristen Indonesia Jakarta. Kini ia mengabdikan diri di Yayasan Soeverdi  Denpasar  dan tinggal di Wisma Soeverdi, Jalan Kepundung 34 Denpasar.






 Paroki St. Maria Immaculata meliputi wilayah Kabupaten Tabanan. Pusat paroki berada di Jalan Singosari 3A Tabanan, Banjar Malkangin, Kelurahan Dajon Peken, Kecamatan Tabanan Kabupaten Tabanan. Paroki ini dirintis oleh P.Seeberger,SVD. Menjadi paroki pada tahun 1964.
Buku permandian sejak tahun 1968. Jumlah permandian dewasa sampai Mei 2010 laki-laki 168 orang dan perempuan 247 jiwa. Jumlah permandian anak-anak, laki-laki 432 jiwa dan perempuan 479 jiwa. Jumlah perkawinan 376 pasang.
Jumlah umat sampai dengan Mei 2010, laki-laki 596 jiwa dan perempuan 572 jiwa. Jumlah umat ini sudah termasuk di Stasi Piling dan Stasi Penganggahan. Saat ini Rm. Herman Yoseph Babey,Pr dipercayakan sebagai Pastor Paroki yang bertugas sejak 24 Januari 2010. Untuk menjalankan program paroki maka dibentuk Dewan Paroki. Saat ini pengurus inti dewan paroki adalah; Ketua Gabriel Ari Murdana Kencana, Sekretaris Teguh Widodo dan bendahara Bernadeth Serodja Lestasi.
Karya pastoral di Paroki Tabanan adalah bidang pendidikan dengan TKK St. Maria Imaculata dan SDK St. Maria Immaculata. Karya kesehatan berupa poliklinik di Stasi Piling dan karya social adalah TPA Santa Theresia Kana-Kanak Yesus yang dikelola oleh suster-suster PRR. Kongregasi dan biara yang berkarya di Paroki Tabanan adalah suster-suster PRR dan Ordo Carmelit. Kelompok kategorial yakni Legio Maria, PD Kharismatik, Kerahiman, Mudika, WKRI, Rukun Ibu Paroki, Sekami, Putra-putri Altar.

Sejarah Singkat: Karya misi di Paroki Tabanan dimulai oleh Serikat Sabda Allah di Piling yang saat ini menjadi stasi. Dari Piling masuk ke Kota Tabanan pada tahun 1968. Saat ini ada dua stasi yang umat katoliknya berkembang yakni Stasi Penganggahan dan Stasi St. Mikael Piling. Paroki Tabanan dirintis oleh P. Seeberger,SVD pada tahun 1968 dan ia menggembalakan umat sampai dengan tahun 1984. Para pastor yang pernah bertugas di Paroki Tabanan adalah Rm. Petrus Nyoman Giri,Pr (keluar), Rm. Philipus Wayan Jaya,Pr (keluar), Rm. Damianus Djanggu,Pr, P. Robert Rewu,SVD, Rm. Tarsisius Nahak,Pr (keluar), Rm. Klemens Bere,Pr, dan Rm. Stefanus Dadur,Pr (keluar). Kini umat dilayani oleh Rm. Herman Yoseph Babey,Pr.(Ditulis kembali oleh Agust G Thuru berdasarkan laporan Paroki Tabanan)






Profil Paroki: Paroki St. Maria Ratu Gubrih meliputi wilayah Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana. Pusat paroki berada di Banjar Dinas Pasar, Desa Gubrih, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana.Buku permandian sejak tahun 1939.

Saat ini dipimpin oleh Rm. Flavianus Endi, Pr. Untuk menjalankan karya pastoral dibentuk Dewan Pastoral paroki. Pengurus inti DPP adalah, ketua Yohanes I Nyoman Natal, Wakil Ketua Arnoldus I Made Merta, Sekretaris F. Nyoman Melasti dan bendahara I Wayan Purnegara.
Sampai dengan Mei 2010, jumlah umat 800 orang dengan jumlah kepala keluarga 75 KK. Jumlah anak-anak, laki-laki 24 orang dan perempuan 22 orang sedangkan jumlah orang muda, laki-laki 5 orang dan perempuan 6 orang.
Karya pastoral yang menonjol adalah pendidikan, kesehatan dan pembinaan iman. Untuk pendidikan terdapat sebuah TKK yang dikelola oleh Yayasan Insan mandiri. Di paroki Gumbrih pernah ada sebuah SD yakni SDK Swastiastu namun akhirnya ditutup tahun 1984. Sedangkan di bidang kesehatan terdapat sebuah poliklinik/BKIA Dhirga Hayu yang bernaung di bawah Yayasan Kertayasa Negara.
Kelompok-kelompok kategorial antara lain, Legio Maria, WKRI Cabang Gumbrih, Mudika (Orang Muda) dan Sekami. Juga ada Pemaksan Katolik yang merupakan perkumpulan keluarga-keluarga katolik yang sekaligus sebagai Sekaa Suka Duka dan membantu pekerjaan-pekerjaan paroki yang berat, yang memerlukan ayahan, menghias di luar gereja, memlihara kuburan, memelihara tanah laba gereja, membantu pembangunan dan lain-lain.

Tahun 1935 Pastor Simon Buis SVD yang dijuluki Ida Pedanda Lingsir atau orang tua yang penuh wibawa bersama dengan umat dari Tuka pindah ke Bali Barat. Mereka masuk Gumbrih, namun sebagian besar melanjutkan perjalanan ke Palasari sedangkan tiga keluarga tetap tinggal di Gumbrih. Dan mereka inilah cikal bakal Gereja Katolik di Gumbrih.

Bagi umat Paroki Gumbrih, Pekak Isak adalah salah satu ‘ seka tua’ yakni kelompok pertama yang terdiri dari 30 keluarga yang membuka hutan dan menetap di Gumbrih pada tahun 1930-an. Ia sebelumnya pemeluk Kristen protestan. Ia terpikat dengan sosok Pan Regik dan Pan Lidah dari Tuka, yang datang bersama-sama dengan P.Simon Buis,SVD dan memilih tetap tinggal di Gumbrih ketika yang lain meneruskan pernjalanan ke Palasari. Pekak Isak adalah kelompok pertama umat katolik Gumbrih yang berjumlah 7 orang. Mereka dilayani oleh P. Simon Buis,SVD dan P. De Boer,SVD dan P. Nobert Shadeg SVD. Rumah Pekak Isak menjadi tempat ibadat. Bahkan Pekak Isak menyediakan kamar untuk pastor. Karena jumlahnya semakin bertambah maka dibangun kapel yang terletak di pinggir jalan antara rumah Pan Kenyem dan Pekak Isak. Dan Pan Isak juga yang menjual tanahnya untuk pemukiman umat katolik.
Tahun 1954 ada dua anak yang diterima sekolah di SDK Swastiastu. Mereka adalah Ketut Pendek dari Abianbase dan Ketut Kerag dari Slabih. Ketut Kerag lalu masuk katolik dan dibaptis oleh P.Yoseph Flaska,SVD tahun 1955. Saat ini ia adalah Bruder Yosef,FIC dan bertugas di Kalimantan. Kakak Br. Yoseph bernama Pan Rapti serta sebagian besar rumpun keluarganya (kiyang sumbreg) masuk katolik dan mereka menjadi umat katolik Stasi Slabih. Mereka pun membangun kapel dan menyiapkan sebidang tanah untuk kuburan katoilik. Sedangkan di desa Penataran keluarga Gst. Aji Sidia pun masuk katolik.
Di Yeh Bakung, bekas pemangku bernama Pan Repet (Pekak Serani) bersama keluarganya masuk katolik. Ia membangun kapel dan menyiapkan sebidang tanah untuk kuburan katolik. Setelah Pan Serani meninggal banyak keluarganya pindah ke Sumatera. Keluarga lainnya yang masih tinggal di Yeh Bakung menyatakan ‘Mereren’, yakni istirahat dari agama katolik untuk jangka waktu tak tentu sehingga tahun 1985 tak ada lagi umat katolik di Yeh Bakung.
Tahun 1950 P.Nobert Shadeg merintis membangun gereja dan pastoran. Tanah untuk gereja dibeli dari I Made Puri (Pan Surasa) yang sekarang adalah lokasi gereja. P. Y Flaska mendirikan SDK Swastiastu yang kemudian tutup tahun 1984 karena tak ada murid. Tanggal 25 Maret 1961 Mgr. Hermens memberkati gereja Gumbrih dengan nama pelindung ‘Santa Maria Regina’ (=St. Maria Permaisuri). Sedangkan Dewan Paroki Gumbrih pertama kali dibentuk pada masa kepemimpinan P.H.Balhorn,SVD tahun 1978.
Para imam yang pernah melayani umat Paroki Gumbrih adalah; P.Simon Buis,SVD,P.Van de Berg,SVD, P.J.Kersten,SVD, P.Blanken,SVD, P.Nobert Shadeg,SVD, P.J.Flaska,SVD, P.A de Boer,SVD, P.C.Dohmen,SVD, P. Patrisius Wirawan, SVD, Rm. Piet Nyoman Giri,Pr, Rm. Ambrosius Darmajuwana,MSF, Rm. Damianus Djanggu,Pr, P.H.Balhorn,SVD, P. Yoseph Wora,SVD, P.Guido Fahik,SVD, P. Frans Sidok,SVD, P. Fredy Dhay,SVD, P. Lukas Kilatwono,SVD, P. Kristianus Ratu, SVD, Rm. YB Nyoman Suryana,Pr. Alamat yang bias dihubungi: Jalan Gereja No 4 Gumbrih, Pekutatan Jembrana, Telpon 0365-43323.(Ditulis kembali oleh Agust G Thuru berdasarkan laporan Paroki Gumbrih)





Profil Singkat: Paroki St. Petrus Negara meliputi wilayah Kota Negara dan Kecamatan Mendoyo Kabupaten Jembrana. Buku permandian sejak tahun 2001. Jumlah umat Paroki St. Petrus Negara adalah 712 orang terdiri dari 350 orang laki-laki dan 362 orang perempuan.Saat ini Romo Benediktus Deny Mary,Pr sebagai Pastor Paroki dan Romo Agustinus sebagai pastor rekan.  Paroki Negara juga menjadi pusat Dekenat Bali Barat dan Romo Marsel Gede Myarsa dipercayakan sebagai Deken.

Secara organisatoris paroki ini terbagi dalam kring-kring yakni Kring St. Maria Immaculata dengan 2 Komunitas Basis Gereja (KBG), Kring St. Yohanes dengan 1 KBG, Kring St. Paulus 1 KBG, Kring St. Fransiska dan Kring St. Theresia. Kelompok-kelompok kategorial yang ada yakni WKRI, PD Kharismatik, Mudika, Sekami, ME dan Legio Maria.
Karya pastoral yang menonjol di paroki Negara adalah pendidikan dan kesehatan. Suster-suster OSF yang berkarya di Paroki Negara dan Yayasan Insan Mandiri mengelola karya pastoral pendidikan dan kesehatan tersebut. Dalam karya pendidikan terdapat TK Maria Fatima, SDK Marsudirini dan SMK Marsudirini yang dikelola Yayasan Marsudirini milik suster-suster OSF. Sedangkan SMK Margaginawe dikelola oleh Yayasan Insan Mandiri. Karya kesehatan dikelola oleh Yayasan Kertayasa milik suster-suster OSF. Yayasan mengelola Rumah Bersalin Kertayasa di Jl. Ngurah Rai No. 143 Negara.
Gereja St.Petrus Negara dirintis oleh Romo Bernardus Blanken,SVD yang berkarya sebagai Pastor Paroki Palasari sejak tahun 1948 sampai 1970.Tanggal 29 Juni 1967 gereja dan pastoran di Jalan Rama No 1 Negara diberkati oleh Mgr. Paulus Sani Kleden,SVD dengan nama pelindung St. Petrus dan merupakan Stasi dari Paroki Hati Kudus Yesus Palasari.Tahun 1974 suster-suster OSF menempati perumahan St. Rafael untuk memelihara Gereja, membantu umat dalam bidang kesehatan dan memberikan pelajaran agama.
Tanggal 14 Juli 1976 terjadi gempa yang menyebabkan bangunan gereja rusak.P.Heribert berupaya membangun kembali gereja baru.Peletakan batu pertama dilaksanakan bulan November 1976 dan selesai tahun 1977. Pada hari Pentekosta 1977 Gereja St. Petrus Negara diberkati oleh Mgr. Antonius Tijsen SVD.
Gereja di Jalan Rama dirasakan terlalu kecil sehingga tidak dapat lagi menampung umat. Karena itu dibangun Gereja di Jl Gatot Subroto No 1. Gereja yang cukup representative ini dibaptis dengan nama Gereja St.Emma dan St. Theodorus yang dipersembahkan untuk menghormati St. Emma dan St. Theodorus oleh umat katolik Paroki St. Petrus Negara dan Ibu Irmgard Holderberg. Pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Jembrana Ida Bagus Indugosa,SH pada 30 Maret 1999. Gereja ini diberkati oleh Mgr.Dr. Benyamin Yoseph Bria,Pr pada Minggu 8 Oktober 2000 dan diresmikan pemakaiannya oleh PLT Bupati Jembrana I Ketut Widjana,SH.
Sejak September 2009 umat katolik Paroki St. Petrus Negara kembali membangun fasilitas paroki yakni pastoran dua lantai. Pembangunan dilaksanakan oleh sebuah panitia yang ditetapkan dengan Surat Keputusan Uskup Denpasar Mgr. Dr. Silvester San,Pr Nomor 250/KDPS/2009 tanggal 28 September 2009. Pelindung adalah Uskup Denpasar, penasihat Vikjen Keuskupan Denpasar dan penanggung jawab Romo Marcel Gde Myarsa,Pr, Pastor Paroki. Panitia pembangunan terdiri dari Ketua Nandra Wijaya, Wakil Ignatius Ketut Nurpayasa, Sekretaris Fransiskus Sari Pramono Hadi, bendahara Katharina Any Hendrayati dan anggota Andreas Fenny.
Panitia pelaksana terdiri dari ketua Henry Oka,ST, Wakil Adrianus Made Sukarta, Sekretaris B.Hendrik Kun Indarto, pembukuan Drs. Leonardus Gst. Pt. Meester Rommy dan anggota Amandus Aloysius Lana, Petrus B Lembang dan Lasarus Nguju. Tim konsultasi terdiri dari Suryo Djajadi, Drs. Laurensius Gst. Ngurah Suardhika, Harsono. Sedangkan tim penggalian dana dikoordinir Yohanes Bintara Halim dengan anggota, Thomas Subagya, Dr. T Widjaya Setiabudi, Lidwina Tantriani, Veronica Rosiana, Bernadus Parwanto Jaya, FX Santiasa, Sentosa Bisma, Hermawan Bisma, Cicilia Willy, Maria Benedikta dan para ketua lingkungan. Bagi yang mau berpartisipasi bantuan disalurkan ke nomor rekening AC.23602145 an. Rm. Marcel G Myarsa,Pr dan Romo Sebastianus Yordan Ado,Pr.
Imam-imam yang pernah mengabdi di Paroki Negara atau yang pernah melayani umat Negara adalah P.Guido Fahik,SVD,P.Yoseph Wora, SVD, P.Lukas Kilatwono,SVD,P.Frederikus Dhay,SVD, dan Rm.Thomas Almasan,SVD.Alamat yang bisa dihubungi: Gereja Katolik St.Petrus Jl. Gatot Subroto No 1 Negara – Jembrana Telp (0365) 41296, Fax: (0365) 41580.(Ditulis kembali oleh Agust G Thuru berdasarkan wawancara dan laporan Paroki Negara)







Paroki Hati Kudus Yesus Palasari meliputi wilayah kecamatan Melaya Kabupaten Jembrana. Pusat paroki berada di Jalan Simon Bois  Banjar Palasari, Desa Ekasari. Buku permandian sejak tahun 1940.Saat ini Paroki Palasari digembalakan oleh Rm. Bartholomeus Bere,Pr yang memulai tugasnya sejak Januari 2010. Juga berkarya seorang bruder SVD yakni Bruder Wayan,SVD.

Jumlah umat Paroki Palasari 1.155 orang terdiri dari laki-laki 585 orang dan perempuan 570 orang. Saat ini Paroki Palasari dipimpin oleh Rm. Barthol Bere,Pr. Untuk membantu Pastor Paroki dalam menjalankan program pastoral maka dibentuk Dewan Pastoral Paroki. Pengurus inti periode 2008-2015 adalah sebagai berikut; Ketua Johanes I Wayan Puniastha, Wakil Ketua Kristianto, sekretaris Supriadi dan bendahara Bernadus Nyoman Madya. Karya-karya pastoral yang menonjol di paroki ini adalah bidang pendidikan yakni TKK Swastisari, SDK Budirahayu dan SMPK. Di bidang kesehatan ada sebuah poliklinik. Sedangkan pendidikan informal terdapat sebuah lembaga kursus yakni Kursus Pertukangan.
Kelompok basis yang ada di Paroki Palasari adalah Lingkungan St. Theresia dengan 3 kelompok basis, Lingkungan St. Elisabeth dengan 6 kelompok basis dan Lingkungan St. Sesilia dengan 6 kelompok basis. Stasi-stasi yang termasuk Paroki palasari adalah Stasi Blimbingsari, Stasi St. Petrus Candikusuma dan Stasi Gilimanuk.
Kongregasi atau biara yang berkarya di paroki Palasari adalah suster-suster OSF yang membantu mengelola pendidikan, poliklinik dan panti asuhan. Juga berkarya seorang bruder SVD. Kelompok kategorial yang ada yakni Legio Maria, Kerahiman Ilahi, Kelompok doa biarawan/biarawati, mudika, Sekami dan WKRI.
Paroki Palasari termasuk salah satu paroki yang panggilannya sangat subur. Sampai dengan tahun 2010 ini jumlah imam asal paroki Palasari 19 orang, jumlah suster 26 orang dan bruder 1 orang. Calon imam (frater) 7 orang dan seminaris 3 orang.
Paroki Palasari sudah terkenal baik di dalam maupun luar negeri bahkan sudah menjadi tempat wisata rohani yang ramai dikunjungi. Keunikan Palasari adalah bangunan Gereja dengan gaya arsitektur Bali, serta kehidupan umatnya dalam struktur sebuah desa adat pemaksan bernuansa budaya Bali yang unik dan khas bernafaskan agama Katolik. Di paroki ini terdapat kompleks pekuburan para Uskup, para imam dan para bruder yang mengabdi di Keuskupan Denpasar. Para uskup yang dimakamkan di pekuburan Palasari adalah Mgr. Paulus Sani Kleden, Mgr. Anton Tijsen,SVD,Mgr.Vitalis Djebarus,SVD dan Mgr. Dr.Benyamin Yosef Bria,Pr. Sedangkan para imam dan bruder adalah; P. Robert Rewu, SVD, P. Thomas Tepho,SVD, P. Flaska,SVD, P. Matheus Dile Keraf,SVD, P. Nobert Shadeg,SVD, P.Siprianus Setyawan,SVD, Rm. Tarsisius Natawijaya,Pr, Bruder Marianus,SVD, Bruder Wriese,SVD, dan P. Pancratius Mariatma,SVD.
Sejak tahun 2000 Goa Maria atau yang dikenal dengan nama ‘Ida Kaniaka Maria’ Palasari dibanjiri para peziarah local, domestic maupun mancanegara. Di Paroki Palasari perayaan ekaristi pada hari minggu dilaksanakan dua kali yakni misa pertama jam 06.30 Wita dan misa kedua jam 08.30 wita. Misa harian setiap hari Senin jam 06.00 wita di susteran OSF, hari Selasa dan Jumat di Gereja jam 18.00 wita, hari Rabu, Kamis dan Sabtu di Gereja jam 06.00 wita.Alamat yang bisa dihubungi: Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Palasari, Jl. Gereja No.2 Palasari-Ekasari Telp/Fax: (0365) 42201.

Paroki Palasari bermula ketika tanggal 15 September 1940 bertepatan dengan perayaan Maria Pieta,Pater Simon Buis,SVD memimpin 18 umat katolik dari Tuka exodus ke Bali Barat yang kini dikenal dengan nama Palasari. P.Simon Buis menjadi perintis berdirinya Paroki Palasari dan tinggal bersama para transmigran Palasari sampai tahun 1949.

Pengganti P.Simon Buis,SVD adalah Pater B.Blanken,SVD yang meneruskan pembangunan gereja Palasari dan diresmikan tanggal13 Desember 1958 oleh Uskup Malang Mgr.Albers dengan nama pelindung Hati Kudus Yesus.
Sejak tahun 1940 sampai sekarang jumlah umat sebanyak 1214 orang terdiri dari laki-laki 610 orang dan perempuan 604 orang dengan 319 kepala keluarga. Dari jumlah umat ini jumlah orang muda 136 orang terdiri dari laki-laki 64 orang dan perempuan 72 orang.
Pastor-pastor yang pernah bertugas di Paroki palasari adalah; P.Simon Buis,SVD (1940-1950), P.Bernardus Blanken,SVD (1950-1966), P. Yosef Flaska,SVD (1960-1965), P.A de Boer,SVD (1965-1969), P.Paulus Boli Lamak,SVD (1969-1970), P.Servasius Subhaga,SVD (1970-1973), P. H. Balhorn,SVD (1973-1977), P.Hendrik Dori Wuwur,SVD (1977-1978), P.Yohanes Jawa,SVD (1978-1982) dan P. Philipus Wayan Jaya, Pr, (1982-1987).
Selanjutnya P. Guido Fahik,SVD (1987-1991), P. Yoseph Wora,SVD (1991-1998), P. Frans Sidok, SVD ( 1991-1994), P.Fredy Dhay,SVD (1994-1995), P. Kristianus Ratu,SVD ( 1994-1996), P.Lukas Kilatfono,SVD ( 1995-1997), lalu kembali lagi dipimpin P.Guido Fahik, SVD (1998-2000), Rm. Thomas Almasan,Pr ( 1998-1999), P. Thomas Tepho,SVD (2000-2002), Rm. Laurens Maryono,Pr (2002-2010) dan saat ini dipimpin Rm. Bartholomeus Bere,Pr sejak Januari 2010.(Ditulis kembali oleh Agust G Thuru berdasarkan laporan Paroki Palasari)





Lahir di Lembata, 1 November 1969 dari pasangan Paulus Sengaji Manuk dan Kristina Kiring. Menyelesaikan pendidikan di SDK Yos Sudarso Atawatung tahun 1993, SMP Negeri Ile Ape tahun 1986 dan SMA Negeri Lewoleba tahun 1989.

Diterima di OCD kemudian menjalankan novisiat di OCD Bajawa tahun 1991-1992 lalu mengucapkan kaul pertama tanggal 14 November 1992. Studi filsafat di Universitas Widyamandira Kupang tahun 1997 dan studi teologi di Seminari Tinggi St. Mikhael Kupang tahun 1997-1999. Ia mengucapkan kaul kekal pada 14 November 1997 dan menerima tahbisan diakon di Kupang bulan Juni 1999 oleh Mgr. Petrus Turang,Pr. Tanggal 5 September 1999 menerima urapan imamat di Gereja St. Yoseph Bajawa oleh Mgr. Abdon Longinus da Cunha,Pr. Ia memilih motto; “Semoga Aku tidak Membatalkan Kesetiaanku”.


Romo Agus pernah berkarya sebagai Asisten Magister Novis di Bajawa (1999-2000), Magister Novis di Bajawa (2000-2002), superior novisiat Bajawa (2002-2005, Ketua Komisi Liturgi Keuskupan Denpasar tahun 2006-2009.
Pernah berkarya  sebagai Pastor Stasi Amlapura – Klungkung. Selain itu juga menerima tugas sebagai Ketua Komisi Kitab Suci Keuskupan Denpasar tahun 2010, hakim tribunal tingkat I Keuskupan Denpasar, Dewan II Vikariat OCD Indonesia.Kini melanjutkan studi di luar negeri.





Lahir di Wanibesak Timor pada tanggal 7 Januari 1967 dan ditahbiskan menjadi imam diosesan Keuskupan denpasar pada tanggal 29 September 1998. Ia menjalani studi lanjutan di Colegio SanPietro Apostolo Viale delle Mura Aurelie. Saat ini berkarya sebagai staf Pembina di Seminari Roh Kudus Tuka.





Setelah diterima di Serikat Sabda Allah, menjalani vovisiat tahun 1985-1987 kemudian tahun skolastikat (studi filsafat dan teologi) tahun 1987- 1994 di STFT Widya Sasana Malang. Pendidikan lanjutan yang pernah ditempuh adalah Magister (S2) Kajian Budaya Universitas Udayana tahun 2002-2004).
Menjalankan tahun orientasi pastoral di pangkalan Bun Kalimantan tengah (1990-1991) dan Samarinda Kalimantan Timur (1991-1992). Tahun 1993 mengucapkan kekal dan tahun 1994 menerima tahbisan diakon. Tanggal 15 September 1994 menerima urapan imamat di Gereja Hati Kudus Yesus Palasari dengan motto: Tuhan adalah Kasih” (1 Yoh 4:8).
Pernah berkarya di Paroki St. Arnoldus Bekasi tahun 1994-1998, Paroki Salib Suci Surabaya tahun 1998-1999, Paroki Gembala yang Baik Surabaya 1999-2000, Paroki Tritunggal Mahakudus Tuka 2000-2007.
Dan sekarang berkarya sebagai Praeses Rumah Khalwat Soeverdi dari 2007 sampai sekarang. Selain itu juga menjabat sebagai Ketua Yayasan Soverdi Denpasar, Wakil Ketua Komisi HAK Keuskupa Denpasar dan Direktur Perpustakaan Widya Wahana Tuka. Alamat yang dapat dihubungi: Wisma Arnoldus Jl. Kepundung No 34 Denpasar Telp: (0361) 225797, E-mail:widastra_65@yahoo.com

Lahir di Palasari, Jembrana Bali pada tanggal 13 April 1966. Menyelsaikan pendidikan di SDK Budirahayu Palasari 1977, SMP Seminari Tuka selesai tahun 1981 dan SMA Seminari Mertoyudan selesai tahun 1985.





Lahir di Atambua Kabupaten Belu Timor Nusa Tenggara Timur pada tanggal 10 September 1947 dan ditahbiskan menjadi imam Serikat sabda Allah (SVD) pada 29 Juni 1978. Saat ini bertugas sebagai Pastor Pembantu Paroki Katedral Roh Kudus Denpasar. Alamat yang dapat dihubungi: Gereja Katedral Roh Kudus Denpasar Jl. Tukad Musi No.1 Renon-Denpasar telp: (0361) 241303, Fax: (0361) 261168.







Lahir di Wanibesik Timor 23 November 1965 dari pasangan Emanuel Nahak dan Margaretha Seuk. Menyelesaikan pendidikan di SD Keluan tahun 1995-1980/1981, smp Weoe tahun 1981/1982-1983/1984, SMA Seminari lalian 1984/1985-1987/1988.

Menjalani tahun orientasi rohani di Lela Maumere tahun 1990-1991 lalu melanjutkan studi filsafat teologi di STFK Ledalero tahun 1991 – 1997. Ia juga pernah kuliah di Undana Kupang tahun 1988-1990. Ia ditahbiskan menjadi imam Keuskupan Denpasar pada tanggal 1 Agustus 1999. Pernah berkarya sebagai Pastor Paroki Tabanan. Sejak Januari 2010 berkarya sebagai pastor Pembantu di Paroki Sang Penebus Sumbawa Besar.



Lahir di Sedayu – Yogyakarta  pada tanggal 5 Juni 1973 dari pasangan  Yohanes  Soekamto dan Veronika Sri Rahayu.Menyelesaikan pendidikan di SDN Godean 3  lulus tahun 1985  lalu melanjutkan ke SMPN Argomulyo lulus tahun 1988.
Merasa  ada ketertarikan untuk menjadi imam ia melanjutkan pendidikan ke SMA Seminari Mertoyudan  Magelang dan lulus tahun 1992. Ia bergabung dengan Serikat sabda Allah (SVD)  dank arena itu menjalani  tahun novisiat di Novisiat Roh Kudus Batu Malang dari tahun 1992-1994  dan skolastikat di Seminari Surya Wacana Malang. Ia lalu mengucapkan kaul pertama  pada tahun 1994.
Setelah selesai studi filsafat di STFT Widya Sasana Malang ia menjalani Tahun Orientasi pastoral (TOP) di Paroki St. Fidelis Dolok Sanggul, Sumatera Utara selama satu tahun  lalu kembali  ke STFT Widya Sasana  belajar teologi  hingga mengucapkan kaul kekal  di Seminari Tinggi SVD Malang  dilanjutkan dengan tahbisan diakon oleh Mgr. HJS Pandoyoputra,O’Carm.
Pada tanggal 15 Agustus 2001, ia menerima urapan imamat  dari Mgr. Y.Hadiwikarta,Pr  di Surabaya dan memilih motto; Jalanmu bukanlah jalanku. Romo Pungki pernah berkarya sebagai  Pastor di Paroki St. Paulus Mano Ruteng dan  mengajar di SMPK Arnoldus Labuanbajo. Ia  juga  masih sempat menyelesaikan studi S2  di Universitas Kristen Indonesia Jakarta. Kini ia mengabdikan diri di Yayasan Soeverdi  Denpasar  dan tinggal di Wisma Soeverdi, Jalan Kepundung 34 Denpasar.






 Paroki St. Maria Immaculata meliputi wilayah Kabupaten Tabanan. Pusat paroki berada di Jalan Singosari 3A Tabanan, Banjar Malkangin, Kelurahan Dajon Peken, Kecamatan Tabanan Kabupaten Tabanan. Paroki ini dirintis oleh P.Seeberger,SVD. Menjadi paroki pada tahun 1964.
Buku permandian sejak tahun 1968. Jumlah permandian dewasa sampai Mei 2010 laki-laki 168 orang dan perempuan 247 jiwa. Jumlah permandian anak-anak, laki-laki 432 jiwa dan perempuan 479 jiwa. Jumlah perkawinan 376 pasang.
Jumlah umat sampai dengan Mei 2010, laki-laki 596 jiwa dan perempuan 572 jiwa. Jumlah umat ini sudah termasuk di Stasi Piling dan Stasi Penganggahan. Saat ini Rm. Herman Yoseph Babey,Pr dipercayakan sebagai Pastor Paroki yang bertugas sejak 24 Januari 2010. Untuk menjalankan program paroki maka dibentuk Dewan Paroki. Saat ini pengurus inti dewan paroki adalah; Ketua Gabriel Ari Murdana Kencana, Sekretaris Teguh Widodo dan bendahara Bernadeth Serodja Lestasi.
Karya pastoral di Paroki Tabanan adalah bidang pendidikan dengan TKK St. Maria Imaculata dan SDK St. Maria Immaculata. Karya kesehatan berupa poliklinik di Stasi Piling dan karya social adalah TPA Santa Theresia Kana-Kanak Yesus yang dikelola oleh suster-suster PRR. Kongregasi dan biara yang berkarya di Paroki Tabanan adalah suster-suster PRR dan Ordo Carmelit. Kelompok kategorial yakni Legio Maria, PD Kharismatik, Kerahiman, Mudika, WKRI, Rukun Ibu Paroki, Sekami, Putra-putri Altar.

Sejarah Singkat: Karya misi di Paroki Tabanan dimulai oleh Serikat Sabda Allah di Piling yang saat ini menjadi stasi. Dari Piling masuk ke Kota Tabanan pada tahun 1968. Saat ini ada dua stasi yang umat katoliknya berkembang yakni Stasi Penganggahan dan Stasi St. Mikael Piling. Paroki Tabanan dirintis oleh P. Seeberger,SVD pada tahun 1968 dan ia menggembalakan umat sampai dengan tahun 1984. Para pastor yang pernah bertugas di Paroki Tabanan adalah Rm. Petrus Nyoman Giri,Pr (keluar), Rm. Philipus Wayan Jaya,Pr (keluar), Rm. Damianus Djanggu,Pr, P. Robert Rewu,SVD, Rm. Tarsisius Nahak,Pr (keluar), Rm. Klemens Bere,Pr, dan Rm. Stefanus Dadur,Pr (keluar). Kini umat dilayani oleh Rm. Herman Yoseph Babey,Pr.(Ditulis kembali oleh Agust G Thuru berdasarkan laporan Paroki Tabanan)






Profil Paroki: Paroki St. Maria Ratu Gubrih meliputi wilayah Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana. Pusat paroki berada di Banjar Dinas Pasar, Desa Gubrih, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana.Buku permandian sejak tahun 1939.

Saat ini dipimpin oleh Rm. Flavianus Endi, Pr. Untuk menjalankan karya pastoral dibentuk Dewan Pastoral paroki. Pengurus inti DPP adalah, ketua Yohanes I Nyoman Natal, Wakil Ketua Arnoldus I Made Merta, Sekretaris F. Nyoman Melasti dan bendahara I Wayan Purnegara.
Sampai dengan Mei 2010, jumlah umat 800 orang dengan jumlah kepala keluarga 75 KK. Jumlah anak-anak, laki-laki 24 orang dan perempuan 22 orang sedangkan jumlah orang muda, laki-laki 5 orang dan perempuan 6 orang.
Karya pastoral yang menonjol adalah pendidikan, kesehatan dan pembinaan iman. Untuk pendidikan terdapat sebuah TKK yang dikelola oleh Yayasan Insan mandiri. Di paroki Gumbrih pernah ada sebuah SD yakni SDK Swastiastu namun akhirnya ditutup tahun 1984. Sedangkan di bidang kesehatan terdapat sebuah poliklinik/BKIA Dhirga Hayu yang bernaung di bawah Yayasan Kertayasa Negara.
Kelompok-kelompok kategorial antara lain, Legio Maria, WKRI Cabang Gumbrih, Mudika (Orang Muda) dan Sekami. Juga ada Pemaksan Katolik yang merupakan perkumpulan keluarga-keluarga katolik yang sekaligus sebagai Sekaa Suka Duka dan membantu pekerjaan-pekerjaan paroki yang berat, yang memerlukan ayahan, menghias di luar gereja, memlihara kuburan, memelihara tanah laba gereja, membantu pembangunan dan lain-lain.

Tahun 1935 Pastor Simon Buis SVD yang dijuluki Ida Pedanda Lingsir atau orang tua yang penuh wibawa bersama dengan umat dari Tuka pindah ke Bali Barat. Mereka masuk Gumbrih, namun sebagian besar melanjutkan perjalanan ke Palasari sedangkan tiga keluarga tetap tinggal di Gumbrih. Dan mereka inilah cikal bakal Gereja Katolik di Gumbrih.

Bagi umat Paroki Gumbrih, Pekak Isak adalah salah satu ‘ seka tua’ yakni kelompok pertama yang terdiri dari 30 keluarga yang membuka hutan dan menetap di Gumbrih pada tahun 1930-an. Ia sebelumnya pemeluk Kristen protestan. Ia terpikat dengan sosok Pan Regik dan Pan Lidah dari Tuka, yang datang bersama-sama dengan P.Simon Buis,SVD dan memilih tetap tinggal di Gumbrih ketika yang lain meneruskan pernjalanan ke Palasari. Pekak Isak adalah kelompok pertama umat katolik Gumbrih yang berjumlah 7 orang. Mereka dilayani oleh P. Simon Buis,SVD dan P. De Boer,SVD dan P. Nobert Shadeg SVD. Rumah Pekak Isak menjadi tempat ibadat. Bahkan Pekak Isak menyediakan kamar untuk pastor. Karena jumlahnya semakin bertambah maka dibangun kapel yang terletak di pinggir jalan antara rumah Pan Kenyem dan Pekak Isak. Dan Pan Isak juga yang menjual tanahnya untuk pemukiman umat katolik.
Tahun 1954 ada dua anak yang diterima sekolah di SDK Swastiastu. Mereka adalah Ketut Pendek dari Abianbase dan Ketut Kerag dari Slabih. Ketut Kerag lalu masuk katolik dan dibaptis oleh P.Yoseph Flaska,SVD tahun 1955. Saat ini ia adalah Bruder Yosef,FIC dan bertugas di Kalimantan. Kakak Br. Yoseph bernama Pan Rapti serta sebagian besar rumpun keluarganya (kiyang sumbreg) masuk katolik dan mereka menjadi umat katolik Stasi Slabih. Mereka pun membangun kapel dan menyiapkan sebidang tanah untuk kuburan katoilik. Sedangkan di desa Penataran keluarga Gst. Aji Sidia pun masuk katolik.
Di Yeh Bakung, bekas pemangku bernama Pan Repet (Pekak Serani) bersama keluarganya masuk katolik. Ia membangun kapel dan menyiapkan sebidang tanah untuk kuburan katolik. Setelah Pan Serani meninggal banyak keluarganya pindah ke Sumatera. Keluarga lainnya yang masih tinggal di Yeh Bakung menyatakan ‘Mereren’, yakni istirahat dari agama katolik untuk jangka waktu tak tentu sehingga tahun 1985 tak ada lagi umat katolik di Yeh Bakung.
Tahun 1950 P.Nobert Shadeg merintis membangun gereja dan pastoran. Tanah untuk gereja dibeli dari I Made Puri (Pan Surasa) yang sekarang adalah lokasi gereja. P. Y Flaska mendirikan SDK Swastiastu yang kemudian tutup tahun 1984 karena tak ada murid. Tanggal 25 Maret 1961 Mgr. Hermens memberkati gereja Gumbrih dengan nama pelindung ‘Santa Maria Regina’ (=St. Maria Permaisuri). Sedangkan Dewan Paroki Gumbrih pertama kali dibentuk pada masa kepemimpinan P.H.Balhorn,SVD tahun 1978.
Para imam yang pernah melayani umat Paroki Gumbrih adalah; P.Simon Buis,SVD,P.Van de Berg,SVD, P.J.Kersten,SVD, P.Blanken,SVD, P.Nobert Shadeg,SVD, P.J.Flaska,SVD, P.A de Boer,SVD, P.C.Dohmen,SVD, P. Patrisius Wirawan, SVD, Rm. Piet Nyoman Giri,Pr, Rm. Ambrosius Darmajuwana,MSF, Rm. Damianus Djanggu,Pr, P.H.Balhorn,SVD, P. Yoseph Wora,SVD, P.Guido Fahik,SVD, P. Frans Sidok,SVD, P. Fredy Dhay,SVD, P. Lukas Kilatwono,SVD, P. Kristianus Ratu, SVD, Rm. YB Nyoman Suryana,Pr. Alamat yang bias dihubungi: Jalan Gereja No 4 Gumbrih, Pekutatan Jembrana, Telpon 0365-43323.(Ditulis kembali oleh Agust G Thuru berdasarkan laporan Paroki Gumbrih)





Profil Singkat: Paroki St. Petrus Negara meliputi wilayah Kota Negara dan Kecamatan Mendoyo Kabupaten Jembrana. Buku permandian sejak tahun 2001. Jumlah umat Paroki St. Petrus Negara adalah 712 orang terdiri dari 350 orang laki-laki dan 362 orang perempuan.Saat ini Romo Benediktus Deny Mary,Pr sebagai Pastor Paroki dan Romo Agustinus sebagai pastor rekan.  Paroki Negara juga menjadi pusat Dekenat Bali Barat dan Romo Marsel Gede Myarsa dipercayakan sebagai Deken.

Secara organisatoris paroki ini terbagi dalam kring-kring yakni Kring St. Maria Immaculata dengan 2 Komunitas Basis Gereja (KBG), Kring St. Yohanes dengan 1 KBG, Kring St. Paulus 1 KBG, Kring St. Fransiska dan Kring St. Theresia. Kelompok-kelompok kategorial yang ada yakni WKRI, PD Kharismatik, Mudika, Sekami, ME dan Legio Maria.
Karya pastoral yang menonjol di paroki Negara adalah pendidikan dan kesehatan. Suster-suster OSF yang berkarya di Paroki Negara dan Yayasan Insan Mandiri mengelola karya pastoral pendidikan dan kesehatan tersebut. Dalam karya pendidikan terdapat TK Maria Fatima, SDK Marsudirini dan SMK Marsudirini yang dikelola Yayasan Marsudirini milik suster-suster OSF. Sedangkan SMK Margaginawe dikelola oleh Yayasan Insan Mandiri. Karya kesehatan dikelola oleh Yayasan Kertayasa milik suster-suster OSF. Yayasan mengelola Rumah Bersalin Kertayasa di Jl. Ngurah Rai No. 143 Negara.
Gereja St.Petrus Negara dirintis oleh Romo Bernardus Blanken,SVD yang berkarya sebagai Pastor Paroki Palasari sejak tahun 1948 sampai 1970.Tanggal 29 Juni 1967 gereja dan pastoran di Jalan Rama No 1 Negara diberkati oleh Mgr. Paulus Sani Kleden,SVD dengan nama pelindung St. Petrus dan merupakan Stasi dari Paroki Hati Kudus Yesus Palasari.Tahun 1974 suster-suster OSF menempati perumahan St. Rafael untuk memelihara Gereja, membantu umat dalam bidang kesehatan dan memberikan pelajaran agama.
Tanggal 14 Juli 1976 terjadi gempa yang menyebabkan bangunan gereja rusak.P.Heribert berupaya membangun kembali gereja baru.Peletakan batu pertama dilaksanakan bulan November 1976 dan selesai tahun 1977. Pada hari Pentekosta 1977 Gereja St. Petrus Negara diberkati oleh Mgr. Antonius Tijsen SVD.
Gereja di Jalan Rama dirasakan terlalu kecil sehingga tidak dapat lagi menampung umat. Karena itu dibangun Gereja di Jl Gatot Subroto No 1. Gereja yang cukup representative ini dibaptis dengan nama Gereja St.Emma dan St. Theodorus yang dipersembahkan untuk menghormati St. Emma dan St. Theodorus oleh umat katolik Paroki St. Petrus Negara dan Ibu Irmgard Holderberg. Pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Jembrana Ida Bagus Indugosa,SH pada 30 Maret 1999. Gereja ini diberkati oleh Mgr.Dr. Benyamin Yoseph Bria,Pr pada Minggu 8 Oktober 2000 dan diresmikan pemakaiannya oleh PLT Bupati Jembrana I Ketut Widjana,SH.
Sejak September 2009 umat katolik Paroki St. Petrus Negara kembali membangun fasilitas paroki yakni pastoran dua lantai. Pembangunan dilaksanakan oleh sebuah panitia yang ditetapkan dengan Surat Keputusan Uskup Denpasar Mgr. Dr. Silvester San,Pr Nomor 250/KDPS/2009 tanggal 28 September 2009. Pelindung adalah Uskup Denpasar, penasihat Vikjen Keuskupan Denpasar dan penanggung jawab Romo Marcel Gde Myarsa,Pr, Pastor Paroki. Panitia pembangunan terdiri dari Ketua Nandra Wijaya, Wakil Ignatius Ketut Nurpayasa, Sekretaris Fransiskus Sari Pramono Hadi, bendahara Katharina Any Hendrayati dan anggota Andreas Fenny.
Panitia pelaksana terdiri dari ketua Henry Oka,ST, Wakil Adrianus Made Sukarta, Sekretaris B.Hendrik Kun Indarto, pembukuan Drs. Leonardus Gst. Pt. Meester Rommy dan anggota Amandus Aloysius Lana, Petrus B Lembang dan Lasarus Nguju. Tim konsultasi terdiri dari Suryo Djajadi, Drs. Laurensius Gst. Ngurah Suardhika, Harsono. Sedangkan tim penggalian dana dikoordinir Yohanes Bintara Halim dengan anggota, Thomas Subagya, Dr. T Widjaya Setiabudi, Lidwina Tantriani, Veronica Rosiana, Bernadus Parwanto Jaya, FX Santiasa, Sentosa Bisma, Hermawan Bisma, Cicilia Willy, Maria Benedikta dan para ketua lingkungan. Bagi yang mau berpartisipasi bantuan disalurkan ke nomor rekening AC.23602145 an. Rm. Marcel G Myarsa,Pr dan Romo Sebastianus Yordan Ado,Pr.
Imam-imam yang pernah mengabdi di Paroki Negara atau yang pernah melayani umat Negara adalah P.Guido Fahik,SVD,P.Yoseph Wora, SVD, P.Lukas Kilatwono,SVD,P.Frederikus Dhay,SVD, dan Rm.Thomas Almasan,SVD.Alamat yang bisa dihubungi: Gereja Katolik St.Petrus Jl. Gatot Subroto No 1 Negara – Jembrana Telp (0365) 41296, Fax: (0365) 41580.(Ditulis kembali oleh Agust G Thuru berdasarkan wawancara dan laporan Paroki Negara)







Paroki Hati Kudus Yesus Palasari meliputi wilayah kecamatan Melaya Kabupaten Jembrana. Pusat paroki berada di Jalan Simon Bois  Banjar Palasari, Desa Ekasari. Buku permandian sejak tahun 1940.Saat ini Paroki Palasari digembalakan oleh Rm. Bartholomeus Bere,Pr yang memulai tugasnya sejak Januari 2010. Juga berkarya seorang bruder SVD yakni Bruder Wayan,SVD.

Jumlah umat Paroki Palasari 1.155 orang terdiri dari laki-laki 585 orang dan perempuan 570 orang. Saat ini Paroki Palasari dipimpin oleh Rm. Barthol Bere,Pr. Untuk membantu Pastor Paroki dalam menjalankan program pastoral maka dibentuk Dewan Pastoral Paroki. Pengurus inti periode 2008-2015 adalah sebagai berikut; Ketua Johanes I Wayan Puniastha, Wakil Ketua Kristianto, sekretaris Supriadi dan bendahara Bernadus Nyoman Madya. Karya-karya pastoral yang menonjol di paroki ini adalah bidang pendidikan yakni TKK Swastisari, SDK Budirahayu dan SMPK. Di bidang kesehatan ada sebuah poliklinik. Sedangkan pendidikan informal terdapat sebuah lembaga kursus yakni Kursus Pertukangan.
Kelompok basis yang ada di Paroki Palasari adalah Lingkungan St. Theresia dengan 3 kelompok basis, Lingkungan St. Elisabeth dengan 6 kelompok basis dan Lingkungan St. Sesilia dengan 6 kelompok basis. Stasi-stasi yang termasuk Paroki palasari adalah Stasi Blimbingsari, Stasi St. Petrus Candikusuma dan Stasi Gilimanuk.
Kongregasi atau biara yang berkarya di paroki Palasari adalah suster-suster OSF yang membantu mengelola pendidikan, poliklinik dan panti asuhan. Juga berkarya seorang bruder SVD. Kelompok kategorial yang ada yakni Legio Maria, Kerahiman Ilahi, Kelompok doa biarawan/biarawati, mudika, Sekami dan WKRI.
Paroki Palasari termasuk salah satu paroki yang panggilannya sangat subur. Sampai dengan tahun 2010 ini jumlah imam asal paroki Palasari 19 orang, jumlah suster 26 orang dan bruder 1 orang. Calon imam (frater) 7 orang dan seminaris 3 orang.
Paroki Palasari sudah terkenal baik di dalam maupun luar negeri bahkan sudah menjadi tempat wisata rohani yang ramai dikunjungi. Keunikan Palasari adalah bangunan Gereja dengan gaya arsitektur Bali, serta kehidupan umatnya dalam struktur sebuah desa adat pemaksan bernuansa budaya Bali yang unik dan khas bernafaskan agama Katolik. Di paroki ini terdapat kompleks pekuburan para Uskup, para imam dan para bruder yang mengabdi di Keuskupan Denpasar. Para uskup yang dimakamkan di pekuburan Palasari adalah Mgr. Paulus Sani Kleden, Mgr. Anton Tijsen,SVD,Mgr.Vitalis Djebarus,SVD dan Mgr. Dr.Benyamin Yosef Bria,Pr. Sedangkan para imam dan bruder adalah; P. Robert Rewu, SVD, P. Thomas Tepho,SVD, P. Flaska,SVD, P. Matheus Dile Keraf,SVD, P. Nobert Shadeg,SVD, P.Siprianus Setyawan,SVD, Rm. Tarsisius Natawijaya,Pr, Bruder Marianus,SVD, Bruder Wriese,SVD, dan P. Pancratius Mariatma,SVD.
Sejak tahun 2000 Goa Maria atau yang dikenal dengan nama ‘Ida Kaniaka Maria’ Palasari dibanjiri para peziarah local, domestic maupun mancanegara. Di Paroki Palasari perayaan ekaristi pada hari minggu dilaksanakan dua kali yakni misa pertama jam 06.30 Wita dan misa kedua jam 08.30 wita. Misa harian setiap hari Senin jam 06.00 wita di susteran OSF, hari Selasa dan Jumat di Gereja jam 18.00 wita, hari Rabu, Kamis dan Sabtu di Gereja jam 06.00 wita.Alamat yang bisa dihubungi: Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Palasari, Jl. Gereja No.2 Palasari-Ekasari Telp/Fax: (0365) 42201.

Paroki Palasari bermula ketika tanggal 15 September 1940 bertepatan dengan perayaan Maria Pieta,Pater Simon Buis,SVD memimpin 18 umat katolik dari Tuka exodus ke Bali Barat yang kini dikenal dengan nama Palasari. P.Simon Buis menjadi perintis berdirinya Paroki Palasari dan tinggal bersama para transmigran Palasari sampai tahun 1949.

Pengganti P.Simon Buis,SVD adalah Pater B.Blanken,SVD yang meneruskan pembangunan gereja Palasari dan diresmikan tanggal13 Desember 1958 oleh Uskup Malang Mgr.Albers dengan nama pelindung Hati Kudus Yesus.
Sejak tahun 1940 sampai sekarang jumlah umat sebanyak 1214 orang terdiri dari laki-laki 610 orang dan perempuan 604 orang dengan 319 kepala keluarga. Dari jumlah umat ini jumlah orang muda 136 orang terdiri dari laki-laki 64 orang dan perempuan 72 orang.
Pastor-pastor yang pernah bertugas di Paroki palasari adalah; P.Simon Buis,SVD (1940-1950), P.Bernardus Blanken,SVD (1950-1966), P. Yosef Flaska,SVD (1960-1965), P.A de Boer,SVD (1965-1969), P.Paulus Boli Lamak,SVD (1969-1970), P.Servasius Subhaga,SVD (1970-1973), P. H. Balhorn,SVD (1973-1977), P.Hendrik Dori Wuwur,SVD (1977-1978), P.Yohanes Jawa,SVD (1978-1982) dan P. Philipus Wayan Jaya, Pr, (1982-1987).
Selanjutnya P. Guido Fahik,SVD (1987-1991), P. Yoseph Wora,SVD (1991-1998), P. Frans Sidok, SVD ( 1991-1994), P.Fredy Dhay,SVD (1994-1995), P. Kristianus Ratu,SVD ( 1994-1996), P.Lukas Kilatfono,SVD ( 1995-1997), lalu kembali lagi dipimpin P.Guido Fahik, SVD (1998-2000), Rm. Thomas Almasan,Pr ( 1998-1999), P. Thomas Tepho,SVD (2000-2002), Rm. Laurens Maryono,Pr (2002-2010) dan saat ini dipimpin Rm. Bartholomeus Bere,Pr sejak Januari 2010.(Ditulis kembali oleh Agust G Thuru berdasarkan laporan Paroki Palasari)





Lahir di Lembata, 1 November 1969 dari pasangan Paulus Sengaji Manuk dan Kristina Kiring. Menyelesaikan pendidikan di SDK Yos Sudarso Atawatung tahun 1993, SMP Negeri Ile Ape tahun 1986 dan SMA Negeri Lewoleba tahun 1989.

Diterima di OCD kemudian menjalankan novisiat di OCD Bajawa tahun 1991-1992 lalu mengucapkan kaul pertama tanggal 14 November 1992. Studi filsafat di Universitas Widyamandira Kupang tahun 1997 dan studi teologi di Seminari Tinggi St. Mikhael Kupang tahun 1997-1999. Ia mengucapkan kaul kekal pada 14 November 1997 dan menerima tahbisan diakon di Kupang bulan Juni 1999 oleh Mgr. Petrus Turang,Pr. Tanggal 5 September 1999 menerima urapan imamat di Gereja St. Yoseph Bajawa oleh Mgr. Abdon Longinus da Cunha,Pr. Ia memilih motto; “Semoga Aku tidak Membatalkan Kesetiaanku”.


Romo Agus pernah berkarya sebagai Asisten Magister Novis di Bajawa (1999-2000), Magister Novis di Bajawa (2000-2002), superior novisiat Bajawa (2002-2005, Ketua Komisi Liturgi Keuskupan Denpasar tahun 2006-2009.
Pernah berkarya  sebagai Pastor Stasi Amlapura – Klungkung. Selain itu juga menerima tugas sebagai Ketua Komisi Kitab Suci Keuskupan Denpasar tahun 2010, hakim tribunal tingkat I Keuskupan Denpasar, Dewan II Vikariat OCD Indonesia.Kini melanjutkan studi di luar negeri.





Lahir di Wanibesak Timor pada tanggal 7 Januari 1967 dan ditahbiskan menjadi imam diosesan Keuskupan denpasar pada tanggal 29 September 1998. Ia menjalani studi lanjutan di Colegio SanPietro Apostolo Viale delle Mura Aurelie. Saat ini berkarya sebagai staf Pembina di Seminari Roh Kudus Tuka.





Setelah diterima di Serikat Sabda Allah, menjalani vovisiat tahun 1985-1987 kemudian tahun skolastikat (studi filsafat dan teologi) tahun 1987- 1994 di STFT Widya Sasana Malang. Pendidikan lanjutan yang pernah ditempuh adalah Magister (S2) Kajian Budaya Universitas Udayana tahun 2002-2004).
Menjalankan tahun orientasi pastoral di pangkalan Bun Kalimantan tengah (1990-1991) dan Samarinda Kalimantan Timur (1991-1992). Tahun 1993 mengucapkan kekal dan tahun 1994 menerima tahbisan diakon. Tanggal 15 September 1994 menerima urapan imamat di Gereja Hati Kudus Yesus Palasari dengan motto: Tuhan adalah Kasih” (1 Yoh 4:8).
Pernah berkarya di Paroki St. Arnoldus Bekasi tahun 1994-1998, Paroki Salib Suci Surabaya tahun 1998-1999, Paroki Gembala yang Baik Surabaya 1999-2000, Paroki Tritunggal Mahakudus Tuka 2000-2007.
Dan sekarang berkarya sebagai Praeses Rumah Khalwat Soeverdi dari 2007 sampai sekarang. Selain itu juga menjabat sebagai Ketua Yayasan Soverdi Denpasar, Wakil Ketua Komisi HAK Keuskupa Denpasar dan Direktur Perpustakaan Widya Wahana Tuka. Alamat yang dapat dihubungi: Wisma Arnoldus Jl. Kepundung No 34 Denpasar Telp: (0361) 225797, E-mail:widastra_65@yahoo.com

Lahir di Palasari, Jembrana Bali pada tanggal 13 April 1966. Menyelsaikan pendidikan di SDK Budirahayu Palasari 1977, SMP Seminari Tuka selesai tahun 1981 dan SMA Seminari Mertoyudan selesai tahun 1985.





Lahir di Atambua Kabupaten Belu Timor Nusa Tenggara Timur pada tanggal 10 September 1947 dan ditahbiskan menjadi imam Serikat sabda Allah (SVD) pada 29 Juni 1978. Saat ini bertugas sebagai Pastor Pembantu Paroki Katedral Roh Kudus Denpasar. Alamat yang dapat dihubungi: Gereja Katedral Roh Kudus Denpasar Jl. Tukad Musi No.1 Renon-Denpasar telp: (0361) 241303, Fax: (0361) 261168.







Lahir di Wanibesik Timor 23 November 1965 dari pasangan Emanuel Nahak dan Margaretha Seuk. Menyelesaikan pendidikan di SD Keluan tahun 1995-1980/1981, smp Weoe tahun 1981/1982-1983/1984, SMA Seminari lalian 1984/1985-1987/1988.

Menjalani tahun orientasi rohani di Lela Maumere tahun 1990-1991 lalu melanjutkan studi filsafat teologi di STFK Ledalero tahun 1991 – 1997. Ia juga pernah kuliah di Undana Kupang tahun 1988-1990. Ia ditahbiskan menjadi imam Keuskupan Denpasar pada tanggal 1 Agustus 1999. Pernah berkarya sebagai Pastor Paroki Tabanan. Sejak Januari 2010 berkarya sebagai pastor Pembantu di Paroki Sang Penebus Sumbawa Besar.



 
תקנון האתר / site terms   |  אתר מאמרים חדש: triger |  אתר עצומות חדש: petitions